Selasa, 18 November 2014

Coto Makassar



       Siang itu, Tepat selesai Solat Ashar. Hari ke-4 berada di Kota Daeng Makassar. Dengan sedikit mendesak aku minta Panitia pelaksana untuk mengantarkan kami menyicipi makanan khas Makassar,Coto Makassar. Itulah namanya.

Sabtu, 15 November 2014

Untukmu‬ Yang Mahasiswa

Ketika ditanya dulu waktu masih baru" masuk kuliah. Kalian mau jadi apa?
Bermacam jawaban, Pegawai, Direktur, PNS, Karyawan saja, Dosen, Guru, Pengusaha, Pedagang, Bos Ikan, Menteri, Camat, Bupati, Anggota Dewan.
Iya, rasanya dulu semua jawaban belum ada yang terfokuskan. masih berupa jawaban yang tergelincir dari lidah sang pembuat kata. Seiring beranjak waktu, usia, dan daya pikir manusia untuk masa depan. Mungkin sudah saatnya kita Fokus Mau jadi apa kita nanti. sudah saatnya Peta kehidupan kita benar-benar sudah kita tata rapi dan fokuskan untuk meraihnya.

Jumat, 31 Oktober 2014

AYAM PENYET PODHO ROSO

Jum’at malam, tepatnya tanggal 31 oktober 2014. Tanggal tua bagi seorang perantauan (mahasiswa), siapa yang tidak tau dengan tempat tongkrongan warung pinggir jalan ayam penyet PODHO ROSO. Sudah begitu banyak cabang yang telah dibukanya hingga menyusuri ke gang gang kecil dilingkungan pekanbaru. Malam itu, selesai aku melaksanakan diskusi dan shoping barang-barang gak jelas, aku beserta rekan yang lain berkesempatan mampir diwarung ini untuk mengisi perut yang memang terus memberontak karena lapar. Tanpa pikir panjang kami memesan 4 paket (2, 1 jam, 2 2 jam, emang internet ). Ayam penyet khas telah siap disantap.

Rasa sambal yang pedas manis sangat menggoda ditambah gurihnya ayam penyet yang gak tau apa bumbunya. Ditambah segelas the dingin menemani nikmatnya ayam penyet ini. So, buat yang belum pernah sekali pun mencobanya, gak sah sepertinya kalau tidak segera berkunjung. Untuk harga sendiri, sangat sesuai dengan kantong mahasiswa. Hanya 13 ribu rupiah sudah bisa tambah nasi sampai sepuluh kali. Freee..

Kamis, 30 Oktober 2014

SATE MADURA

Kamis, 30 Oktober 2014, kembali wisata kuliner dikota bertuah pekanbaru ini. Sebenarnya hobi ini sudah sejak lama terpendam dan terealisasi jika ada dana lebih atau sedang ada yang berbaik hati. Tapi ide untuk berbagi di blog inibaru kali ini sempat ditulis. Siapa yang tidak kenal dengan nikmatnya sate kuah kacang. Itulah ciri khas sate ini atau sering disebut sate Madura. Kalau dikampung sendiri sih gak ada pake embel apa-apa, ya Cuma sate gitu doang. Ada lontong, daging yang ditusuk, plus kuah kacang dengan nikmat rasa bermacam. Manis, pedas atau kombinasi pedas manis (jadi inget tela-tela). Nah, kali ini perdana wisata kulinerku aku upload di blog ini. Semoga pembaca menjadi teringin sangat untuk mencicipinya, but, jangan sampai keluar tau

Untuk alamat sendiri, khusus wilayah panam sangat mudah untuk mencari keberadaan ini. Wisata ini beralamat di jalan H.R Soebrantas, tepatnya disamping jalan merpati sakti panam. Ada spanduk gede tulisan sate Madura, dari jauh aja aroma asap sate sudah sangat menggoda. So, jangan lupa cicipi sate khas kuah kacang.  Untuk harga sendiri, sate ini dibrandol (kok jadi sepatu emas gini) 13.000 per porsi. Untuk air minumnya GRATIS (Wong Cuma air putih doing, ya iyalah). Tambah krupuk ciek jadinya 14.000. untuk banyaknya gak usah kawatir. Cukup mengenyangkan perut seukuran saya (Size celana 34)

Nantikan wisata kuliner selanjutnya, sile dinikmati dokumentasi wisata kuliner saya mala mini (Ingat jangan ngiler tau )


Jumat, 24 Oktober 2014

Memaknai Tahun Baru Hijriah 1436

Seribu lima ratus tahun yang lalu Rosululloh Muhammad shollallohu’alaihi wa sallam, memutuskan hijrah dari Mekkah ke Madinah demi menyelamatkan islam yang belum banyak pemeluknya. Peristiwa tersebut menjadi awal penghitungan Tahun Baru Islam, Tahun Hijriah dan tanda mulai bersinarnya Islam. Saat ini kaum muslim tidak perlu berjalan jauh sejauh lebih kurang 500 kilo meter dari Mekah ke Madinah. Kini umat islam bisa beribadah dengan tenang dan khusyu'’berdakwah dengan leluasa serta memakmurkan Masjid tanpa gangguan. Namun sayang kenikmatan yang telah diberikan Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih kurang disyukuri, banyak saudara-saudara kita yang mengaku Islam tetapi malas beribadah, banyak saudara-saudara kita dalam mencari nafkah berpaling dari kehalalan, tidak sedikit yang merasa menjadi pengurus masjid enggan memakmurkan Rumah Allah, hingga masjid kurang bermanfaat bagi umat. Sedang yang muda-muda masih terlena dengan hiburan dunia, mereka tidak mau untuk berdakwah amar makruf nahi mungkar dengan berbagai alasan. Jadinya rata-rata umat di negeri ini kurang cerdas dan masih suka bertikai. Untuk itu semua solusi adalah hijrah HATI dan bukan hijrah FISIK saja. Hijrah dari hati yang sakit menjadi hati yang sehat, mengubah hati yang jelek menjadi hati yang baik. Dalam sebuah Hadits Rodululloh Shollallohu’alaihi wa sallam bersabda: “Ingatlah, bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh itu dan apabila ia rusak, akan rusaklah seluruh tubuh. Segumpal daging itu adalah hati” (HR. Bukhari-Muslim).

Sabtu, 12 Juli 2014

TEKNIK PERSIDANGAN



Teknik persidangan, sebagai mahasiswa yang berkecimpung diorganisasi, baik internal maupun eksternal kampus. Maka istilah sidang tidaklah peka dalam telinga seorang mahasiswa. Materi teknik persidangan biasanya disajikan dari tiap-tiap organisasi, baik itu dalam bentuk Training Of Leadership atau yang lainnya. Namun dari semua materi yang disajikan, yang menjdai penting adalah seberapa dalam kita memahami teknik dari persidangan itu sendiri. Maaf kata, dalam persidangan yang berisikan manusia-manusia yang memiliki tujuan tersendiri, berkumpulan puluhan orang, yang tiap tiap orang memiliki isi pemikiran berbeda-beda. Maka tidak salah jika saya katakana, ada orang yang hadir sidang hanya sebatas hadir, ada yang hadir siding lalu sok-sok an paham dengan teknik persidangan, dan yang lebih parahnya lagi, udah gak paham teknik persidangan, masih juga teriak-teriak gak jelas, udah itu bersikeras mempertahankan yang salah, ada tuh tipe yang kayak gitu. Nuzubillah …hahahaha